Karakteristik
Peserta Didik
Bismillahirrahmanirrahim
Pada
laporan bacaan pada kali ini, saya tertarik untuk membaca dan membahas tentang
karakteristik pada peserta didik, karena sebagai calon seorang guru tentunya
kita sebagai guru harus mengetahui apa sih itu karakteristik peserta didik, apa
saja karakteristiknya, dan guru harus mengetahui itu semua agar kita bisa
memahami sang murid tersebut dengan karakteristik-karakteristik peserta didik
yang ada.
Baiklah
langsung saja kita bahas lebih lanjut apa itu karakteristik peserta didik,
pertama-tama tentunya kita harus mengetahui apa itu karakteristik, ternyata
karakteristik diambil dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan
kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap.
Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau
kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan
lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau
tujuannya. Nah, informasi yang terkait dengan karakteristik peserta didik ini
sangatlah diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan
pembelajaran, karena jika seorang guru teliti dan memperhatikan karakteristik
peserta didik dalam perancangan pembelajaran maka akan berdampak sekali dalam
proses pembelajaran nantinya, karakteristik peserta didik ini merupakan salah
satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai
pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada
pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan
emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan dalam proses
belajar.
Dari
pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik
peserta didik yang dimaksudkan adalah untuk mengenali ciri-ciri dari setiap
peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa
peserta didik dan sebuah sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan
pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal dalam proses belajar guna
mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran dikelas. Setelah membahas
pengertian dari karakteristik peserta didik, maka ada baiknya kita membahas
berbagai macam ragam dari karakteristik peserta didik itu sendiri, karena suatu
proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat
ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang
karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta
didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu
dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini
sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan
pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta
didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif,
kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan
sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik. Mari kita
bahas satu persatu agar kita dapat memahami lebih dalam
karakteristik-karakterikstik peserta didik tersebut.
1). Etnik
Didalam
suatu kelas tak jarang terkadang kita temukan sebagaian teman-teman kita yang
berbeda-beda dalam masalah etnik, ada yang berasal dari etnik Melayu, Dayak,
Madura, China, Jawa maupun etnik lainnya, tentunya karena Indonesia
merupakan negara yang memiliki wilayah
yang luas dan keberagaman suku, bahasa dan etnik, terlebih lagi dijaman yang
semakin modern sekarang, yang dimana sekolah tidak ada batas antara daerah dan
suku, dan tidak ada kesulitan sama sekali untuk menuntut ilmu didaerah lain,
sehingga muncullah dalam suatu kelas atau sekolah yang dimana isinya memliki
keberagaman dalam bahasa, agama dan etnik. Sebagai seorang guru tentunya hal
ini haruslah diperhatikan betul-betul, karena beda antara seorang guru yang
mengajar dalam kelas yang isinya satu etnik saja dengan kelas yang isinya
berbagai macam etnik terutama dalam masalah bahasa, karena sebagai seorang guru
harus menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan dipahami oleh para peserta
didiknya.
2). Kultural
Nah
jika tadi kita membahas tentang etnik maka kultural ini tidak jauh berbeda dengan
etnik, kultural ini adalah kebudayaan, dan seperti yang sudah kita ketahui
Indonesia ini merupakan negara yang kaya akan budaya, bahasa, dan agama
disinilah yang memungkinkan didalam kelas terdapat berbagai siswa dari berbagai
macam kultur masyarakat, sehingga kelas yang pendidik hadapi adalah kelas yang
multikultural, maka sebagai seorang pendidik didalam melakukan proses
pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolah atau
kelasnya, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta
didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.
3). Status Sosial
Didalam
status sosial Allah menciptakan kita dalam berbagai macam status sosial, ada
yang diberikan rezeki berupa pekerjaan, kesehatan, kekayaan kedudukan dan
pengahasilan yang berbeda-beda pula. Kondisi seperti ini juga melatar belakangi
peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah kita. Peserta didik pada
suatu kelas biasanya berasal dari status sosialekonomi yang berbeda-beda.
Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta
didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan
juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta
didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur,
bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala perusahaan, dan Ketua RT.
Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada
yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang
berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Peserta
didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling
berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya
tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat
dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta
didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi
status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan
tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai
membeda-bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta
didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu
diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang
sangat beragam.
4). Minat
Minat
merupakan rasa lebih condong atau rasa ketertarikan terhadap sesuatu hal atau
aktivitas tertentu. Minat seseorang peserta didik khususnya dalam minat belajar
memegang peran yang sangat penting karena dengan adanya minat belajar tentunya
akan memudahkan para pendidik untuk untuk terus menumbuh kembangkan minat
peserta didik tersebut sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik
tersebut. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik
tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada
yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk mengetahui apakah peserta didik memiliki
minat belajar yang tinggi atau tidak sebenarnya dapat dilihat dari indikator
minat itu sendiri. Indikator minat meliputi: perasaan senang, ketertarikan
peserta didik, perhatian dalam belajar, keterlibatan siswa dalam kegiatan
pembelajaran, manfaat dan fungsi mata pelajaran. Maka dengan memperatikan
indikator-indikator tadi seorang pendidik nantinya akan mengetahui minat
belajar yang ada pada diri individu para
peserta didik.
5). Perkembangan Kognitif
Dengan
mengetahui perkembangan kognitif sianak didik maka akan mempengaruhi seorang
guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media dan
jenis evaluasi apa yang sesuai dan dapat dimengerti oleh peserta didik dengan
memperhatikan perkembangan kognitif para peserta didik.
6). Kemampuan atau Pengetahuan Awal
Kemampuan
atau pengetahuan awal ini dapat diartikan sebagai pengetahuan dan keterampilan
yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari
pengetahuan atau keterampilan baru. Pengetahuan dan keterampilan yang harus
dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang
lebih rendah dari apa yang akan dipelajari. Oleh karena itu seorang pendidik
harus mengetahui kemampuan awal peserta didiknya. Jika kemampuan awal peserta
didik telah diketahui oleh pendidik, maka pendidik tersebut akan dapat
menetapkan dari mana pembelajarannya akan dimulai. Kemampuan awal peserta didik
bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya,
sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual. Nah untuk
mengetauinya dapat dilakukan dengan melakukan teknik tes, dari tes tersebut lah
seorang pendidik dapat mengetahui kemampuan dan pengetahuan awal para peserta
didiknya, sehingga pendidik pun dapat dengan mudah untuk menetapkan dari mana
pembelajarannya akan dimulai.
7). Gaya Belajar
Gaya
belajar merupakan variasi dari peserta didik dalam memahami, menyerap, dan
mengolah informasi dalam pembelajaran. Gaya belajar peserta didik memiliki
model yang berbeda-beda, karena biasanya antara peserta didik memiliki gaya
belajar mereka masing-masing, dan gaya belajar ini dapat di kelompokkan menjadi
tiga yaitu visual, auditori dan kinestetik.
a.
Gaya
Belajar Visual
Peserta didik dengan gaya belajar model
ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui
penglihatan.
b.
Gaya
Belajar Auditori
Peserta didik dengan gaya belajar model ini
biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui
pendengaran.
c.
Gaya
Belajar Kinestetik
Peserta didik dengan gaya belajar model
ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara
melalui praktek langsung seperti bergerak, menyentuh/meraba dan melakukan.
Dengan demikian seorang pendidik disini haruslah
melakukan gaya pembelajaran yang bervariasi agar para peserta didik tidak bosan
dan juga agar kita bisa menerapkan semua gaya belajar untuk memudahkan para
peserta didik untuk memahami materi dalam proses pembelajaran.
8). Motivasi
Motivasi para peserta didik dalam belajar itu kadang
tinggi, sedang, atau bahkan rendah. Motivasi belajar yang tinggi dari peserta
didik akan tampak dari ketekunannya dalam belajar yang tidak mudah patah untuk
mencapai keberhasilan meskipun banyak rintangan yang dihadapinya. Motivasi yang
tinggi dari peserta didik dapat menggiatkan aktivitas belajarnya. Seseorang memiliki
motivasi tinggi atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal: 1)
kualitas keterlibatannya, 2) perasaan dan keterlibatan afektif peserta didik,
3) upaya peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang
dimiliki. Sebagai pendidik tentulah harus memahami motivasi belajar peserta
didiknya dan juga harus selalu menjadi motivator bagi para peserta didiknya.
9). Perkembangan Emosi
Emosi sangat berperan dalam membantu mempercepat atau
justru memperlambat proses pembelajaran. Emosi juga berperan dalam membantu
proses pembelajaran tersebut menyenangkan atau bermakna dengan memahami
perkembangan emosi para peserta didik diharapkan dapat membantu pencapaian
tujuan belajar.
10). Perkembangan
Sosial
Perkembangan sosial peserta didik merupakan kemampuan
peserta didik untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma dan tradisi yang
berlaku pada kelompok atau masyarakat, kemampuan untuk saling berkomunikasi dan
kerja sama. Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui/dilihat dari
tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi
masyarakat di lingkungannya.
11). Perkembangan Moral
dan Spiritual
Pendidik disamping perlu memahami perkembangan moral
peserta didiknya juga perlu dan penting memahami perkembangan spiritualnya,
dengan memahaminya maka akan memudahkan pendidik dalam membimbing dan mengajari
meraka.
12). Perkembangan
Motorik
Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan
bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu
meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil,
kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan
baik. Dengan dikenali dan dipahaminya perkembangan motorik anak, pendidik dan
sekolah dapat menggunakan strategi pembelajaran, metode yang tepat, dan dapat
menyediakan, memanfaatkan alat, media, dan sumber belajar yang memadai.