Senin, 14 Juni 2021

Laporan Bacaan: Karakteristik Peserta Didik (Magang 1) P11

 

Karakteristik Peserta Didik

Bismillahirrahmanirrahim

                Pada laporan bacaan pada kali ini, saya tertarik untuk membaca dan membahas tentang karakteristik pada peserta didik, karena sebagai calon seorang guru tentunya kita sebagai guru harus mengetahui apa sih itu karakteristik peserta didik, apa saja karakteristiknya, dan guru harus mengetahui itu semua agar kita bisa memahami sang murid tersebut dengan karakteristik-karakteristik peserta didik yang ada.

            Baiklah langsung saja kita bahas lebih lanjut apa itu karakteristik peserta didik, pertama-tama tentunya kita harus mengetahui apa itu karakteristik, ternyata karakteristik diambil dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Nah, informasi yang terkait dengan karakteristik peserta didik ini sangatlah diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan pembelajaran, karena jika seorang guru teliti dan memperhatikan karakteristik peserta didik dalam perancangan pembelajaran maka akan berdampak sekali dalam proses pembelajaran nantinya, karakteristik peserta didik ini merupakan salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan dalam proses belajar.

            Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik peserta didik yang dimaksudkan adalah untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebuah sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal dalam proses belajar guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran dikelas. Setelah membahas pengertian dari karakteristik peserta didik, maka ada baiknya kita membahas berbagai macam ragam dari karakteristik peserta didik itu sendiri, karena suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik. Mari kita bahas satu persatu agar kita dapat memahami lebih dalam karakteristik-karakterikstik peserta didik tersebut.

1). Etnik

            Didalam suatu kelas tak jarang terkadang kita temukan sebagaian teman-teman kita yang berbeda-beda dalam masalah etnik, ada yang berasal dari etnik Melayu, Dayak, Madura, China, Jawa maupun etnik lainnya, tentunya karena Indonesia merupakan  negara yang memiliki wilayah yang luas dan keberagaman suku, bahasa dan etnik, terlebih lagi dijaman yang semakin modern sekarang, yang dimana sekolah tidak ada batas antara daerah dan suku, dan tidak ada kesulitan sama sekali untuk menuntut ilmu didaerah lain, sehingga muncullah dalam suatu kelas atau sekolah yang dimana isinya memliki keberagaman dalam bahasa, agama dan etnik. Sebagai seorang guru tentunya hal ini haruslah diperhatikan betul-betul, karena beda antara seorang guru yang mengajar dalam kelas yang isinya satu etnik saja dengan kelas yang isinya berbagai macam etnik terutama dalam masalah bahasa, karena sebagai seorang guru harus menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan dipahami oleh para peserta didiknya.

2). Kultural

            Nah jika tadi kita membahas tentang etnik maka kultural ini tidak jauh berbeda dengan etnik, kultural ini adalah kebudayaan, dan seperti yang sudah kita ketahui Indonesia ini merupakan negara yang kaya akan budaya, bahasa, dan agama disinilah yang memungkinkan didalam kelas terdapat berbagai siswa dari berbagai macam kultur masyarakat, sehingga kelas yang pendidik hadapi adalah kelas yang multikultural, maka sebagai seorang pendidik didalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolah atau kelasnya, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.

3). Status Sosial

            Didalam status sosial Allah menciptakan kita dalam berbagai macam status sosial, ada yang diberikan rezeki berupa pekerjaan, kesehatan, kekayaan kedudukan dan pengahasilan yang berbeda-beda pula. Kondisi seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosialekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

            Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda-bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.

4). Minat

            Minat merupakan rasa lebih condong atau rasa ketertarikan terhadap sesuatu hal atau aktivitas tertentu. Minat seseorang peserta didik khususnya dalam minat belajar memegang peran yang sangat penting karena dengan adanya minat belajar tentunya akan memudahkan para pendidik untuk untuk terus menumbuh kembangkan minat peserta didik tersebut sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik tersebut. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk mengetahui apakah peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi atau tidak sebenarnya dapat dilihat dari indikator minat itu sendiri. Indikator minat meliputi: perasaan senang, ketertarikan peserta didik, perhatian dalam belajar, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, manfaat dan fungsi mata pelajaran. Maka dengan memperatikan indikator-indikator tadi seorang pendidik nantinya akan mengetahui minat belajar yang ada pada diri  individu para peserta didik.

5). Perkembangan Kognitif

            Dengan mengetahui perkembangan kognitif sianak didik maka akan mempengaruhi seorang guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media dan jenis evaluasi apa yang sesuai dan dapat dimengerti oleh peserta didik dengan memperhatikan perkembangan kognitif para peserta didik.

6). Kemampuan atau Pengetahuan Awal       

            Kemampuan atau pengetahuan awal ini dapat diartikan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru. Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari. Oleh karena itu seorang pendidik harus mengetahui kemampuan awal peserta didiknya. Jika kemampuan awal peserta didik telah diketahui oleh pendidik, maka pendidik tersebut akan dapat menetapkan dari mana pembelajarannya akan dimulai. Kemampuan awal peserta didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual. Nah untuk mengetauinya dapat dilakukan dengan melakukan teknik tes, dari tes tersebut lah seorang pendidik dapat mengetahui kemampuan dan pengetahuan awal para peserta didiknya, sehingga pendidik pun dapat dengan mudah untuk menetapkan dari mana pembelajarannya akan dimulai.

7). Gaya Belajar

            Gaya belajar merupakan variasi dari peserta didik dalam memahami, menyerap, dan mengolah informasi dalam pembelajaran. Gaya belajar peserta didik memiliki model yang berbeda-beda, karena biasanya antara peserta didik memiliki gaya belajar mereka masing-masing, dan gaya belajar ini dapat di kelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditori dan kinestetik.

a.       Gaya Belajar Visual

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui penglihatan.

b.      Gaya Belajar Auditori

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui pendengaran.

c.       Gaya Belajar Kinestetik

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui praktek langsung seperti bergerak, menyentuh/meraba dan melakukan.

            Dengan demikian seorang pendidik disini haruslah melakukan gaya pembelajaran yang bervariasi agar para peserta didik tidak bosan dan juga agar kita bisa menerapkan semua gaya belajar untuk memudahkan para peserta didik untuk memahami materi dalam proses pembelajaran.

8). Motivasi

            Motivasi para peserta didik dalam belajar itu kadang tinggi, sedang, atau bahkan rendah. Motivasi belajar yang tinggi dari peserta didik akan tampak dari ketekunannya dalam belajar yang tidak mudah patah untuk mencapai keberhasilan meskipun banyak rintangan yang dihadapinya. Motivasi yang tinggi dari peserta didik dapat menggiatkan aktivitas belajarnya. Seseorang memiliki motivasi tinggi atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal: 1) kualitas keterlibatannya, 2) perasaan dan keterlibatan afektif peserta didik, 3) upaya peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang dimiliki. Sebagai pendidik tentulah harus memahami motivasi belajar peserta didiknya dan juga harus selalu menjadi motivator bagi para peserta didiknya.

9). Perkembangan Emosi

            Emosi sangat berperan dalam membantu mempercepat atau justru memperlambat proses pembelajaran. Emosi juga berperan dalam membantu proses pembelajaran tersebut menyenangkan atau bermakna dengan memahami perkembangan emosi para peserta didik diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan belajar.

10). Perkembangan Sosial

            Perkembangan sosial peserta didik merupakan kemampuan peserta didik untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma dan tradisi yang berlaku pada kelompok atau masyarakat, kemampuan untuk saling berkomunikasi dan kerja sama. Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui/dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi masyarakat di lingkungannya.

11). Perkembangan Moral dan Spiritual

            Pendidik disamping perlu memahami perkembangan moral peserta didiknya juga perlu dan penting memahami perkembangan spiritualnya, dengan memahaminya maka akan memudahkan pendidik dalam membimbing dan mengajari meraka.

12). Perkembangan Motorik

            Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil, kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik. Dengan dikenali dan dipahaminya perkembangan motorik anak, pendidik dan sekolah dapat menggunakan strategi pembelajaran, metode yang tepat, dan dapat menyediakan, memanfaatkan alat, media, dan sumber belajar yang memadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar