Senin, 12 April 2021

Laporan Bacaan: Manajemen Kelas (Magang 1) P1

Manajemen Kelas Secara Efektif

Bismillahirrahmanirrahim

                Perkenalkan nama saya Slamet Bayu Krisna dari kelas PAI 4B. Di sini saya akan melaporkan hasil bacaan saya tentang “Pengelolaan Kelas untuk Pembelajaran yang Efektif”. Sebelum itu saya juga ingin menjelaskan kenapa saya tertarik mengambil tema tersebut, sebagai peserta didik, tentunya mereka membutuhkan suasana kelas dan suasana hati yang nyaman agar membantu dan memudahkan mereka dalam menerima dan memahami pelajaran, ketika suasana kelas nyaman, bersih dan tertata dengan rapi, pastinya anak didik lebih mudah dan lebih nyaman lagi dalam proses pembelajaran. Bayangkan saja ketika kelas kotor, sampah berserakan dimana-mana, bangku-bangku dan meja-meja amburadul letaknya ditambah lagi suasanya dalam kelas yang panas dan bahkan ditambah lagi dengan guru yang garang misalnya tentunya itu merupakan tekanan batin bagi anak didik dan membuat mereka susah untuk menerima dan memahami pelajaran. Maka dari itulah saya tertarik mengambil tema tersebut, berikut ini adalah link untuk mengakses situs yang saya jadikan bahan bacaan.

(https://www.scholae.co/web/read/1759/pengelolaan.kelas.untuk.pembelajaran.yang.efektif)


                Pada artikel yang saya baca tersebut dijelaskan beberapa cara untuk mengelola kelas agar tercipta pembelajaran yang diharapkan berjalan dengan efektif. Disini saya akan coba mengulas isi dari artikel tersebut tetapi dengan cara saya sendiri tetapi berdasarkan isi dari artikel tersebut.

            Pengelolaan kelas yang baik merupakan cara untuk memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan sang guru dengan pemahaman yang baik, seharusnya memang seperti itu karena kita sebagai guru atau peserta didik harus pandai-pandai dalam mengelola ruangan kelas kita dengan sebaik mungkin agar semua orang yang ada dalam ruangan tersebut merasakan nyaman dan enak ketika sedang melakukan proses belajar mengajar, dengan pengelolaan kelas yang baik pastilah akan membuat kita nyaman dan lebih mudah dalam menerima pelajaran.

            Dalam menciptakan pengelolaan kelas yang baik tentunya peserta didik bersama wali kelas harus berkerja sama, harus memiliki kepedulian satu dengan yang lainnya karena kelas merupakan tempat kita belajar bersama, jika pengelolaannya baik yang akan enak juga orang yang akan mendiami kelas tersebut, dan tentunya hal tersebut haruslah dibimbing oleh wali kelas dalam mengatur kelas tersebut, dan tentunya kerja sama antara anak didik dan wali kelas itu sangat penting. Tetapi jika dari wali kelas dan anak didiknya tidak ada kepedulian satu sama yang lain, maka menciptakan pengelolaan kelas yang baik itu mustahil akan terjadi, maka dari itu pada laporan hasil bacaan ini, saya akan mencoba menuliskan beberapa langkah-langkah untuk mengelola kelas secara baik untuk terciptanya pembelajaran yang efektif.

            Berikut adalah langkah-langkah untuk mengelola kelas secara baik:

1.      Penataan Ruang Kelas

            Yang pertama adalah penataan ruang kelas, dalam penetapan ruang kelas kita harus melihat muatan tempat duduk siswa dalam suatu kelas, selain melihat muatan kita juga harus melihat tempat duduk siswa tersebut haruslah memudahkannya untuk melihat gurunya, karena ini juga merupakan hal yang penting dalam menciptakan kefektifan dalam proses pembelajaran. Dalam satu kelas juga jumlah siswa tidak bisa terlalu banyak karena akan menyulitkan dalam menata meja dan kursi, dan menyebabkan siswa tidak bisa memperhatikan guru dikarenakan jumlah siswa yang terlalu banyak.

            Bayangkan saja ketika kelas itu isinya terlalu padat dan banyak siswa, pasti siswa yang duduk paling belakang dan pojok akan kesusahan dalam mendengarkan dan memandang gurunya dikarenakan tertutup oleh siswa lainnya hal tersebut akan menyulitkan siswa tersebut untuk mengikuti proses pelajaran dengan efektif. Memiliki ruang yang cukup juga sangat perlu bagi peserta didik, agar mereka bisa dengan mudah ketika menempatkan buku-buku mereka dan alat-alat tulis mereka, ketika mereka membutuhkan sesuatu pun mereka bisa dengan mudah menemukannya dikarenakan ruang yang cukup dalam meletakkan barang-barang mereka.

            Agar para peserta didik tidak bosan, mungkin sewaktu-waktu dilakukan perubahan tempat duduk agar mereka merasakan tempat yang berbeda dan akan meminimalisir mereka agar tidak merasa bosan karena duduk ditempat itu melulu.

2.      Mengantisipasi Kondisi Kelas

            Mengkondisikan semua peserta didik dalam kondis baik fisik maupun psikis. Maksudnya memastikan semua siswa dalam kelas tersebut benar-benar siap mengikuti mata pelajaran, jangan memulai pelajaran sampai siswa benar-benar siap mengikuti mata pelajaran. Ketika masuk kelas guru melihat anak muridnya gaduh, berceceran kesana kemari guru tidak boleh menoleransi ini, dan ada baiknya guru membuat peraturan belajar pada pertemuan perdana yang dimana guru membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi murid dan jika tidak dilakukan guru berhak menegur siswanya. Tujuan dibuatnya peraturan ini agar melatih siswa menjadi orang yang disiplin dan menimbulkan rasa tanggung jawab dan segan kepada gurunya. Contohnya seperti salam pada awal pelajaran, ketika guru masuk siswa harus segera memberi salam kepada gurunya dan tidak ada lagi yang berkeliaran kesana-sini jika melanggar guru akan memberi sangsi yang membuat mereka kapok dan sarat akan pendidikan yang nantinya membuat mereka jera dan melatih mereka untuk disiplin dan tanggung jawab.

3.      Tetapkan Aturan Tegas Namun “Bersahabat”

            Nah ini merupakan hal yang sangat penting, kita garis bawahi kata bersahabat, disini seorang guru ketika membuat aturan alangkah baiknya berdiskusi bersama anak-anak didiknya, dan bersepakat tentang peraturan-peraturan yang harus mereka jalani selama jam pelajaran, dan menerima konsekuensinya jika melanggar peraturan tersebut, jadi sang guru melatih anak didiknya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang ia buat dan ia sepakati, jika ia melanggar ia harus berani menaggung konsekuensi hukuman yang harus dia jalani. Sebagai seorang guru harusnya kita harus bisa bekerja sama dengan muridnya, agar ketika membuat peraturan dan sang murid melanggarnya ia dapat menerimanya dengan baik karena peraturan tersebut sudah merupakan kesepakatan dari awal.

4.      Pastikan Siswa Tetap Fokus

            Beberapa siswa mungkin tidak fokus dengan materi yang kita berikan. Ada banyak sebab mengapa siswa bisa tidak fokus pada pelajaran, bisa jadi karena ia ngantuk, bosan, capek, dan sebab lainnya. Sebagai pendidik kita harus memiliki banyak cara agar siswa tetap fokus memperhatikan saat pembelajaran. Beberapa cara yang bisa kita praktekkan adalah dengan memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara menunjuk siswa (terutama yang terlihat kurang fokus), mengajak siswa melakukan kuis, dan jika mereka  menjawab dengan benar kita berikan mereka kejutan-kejutan menarik sebagai hadiah untuknya.

5.      Serius Tapi Santai

            Mulailah  proses mengajar dengan serius. Ketika sudah berhasil menggiring para siswa dalam suasana demikian, barulah seorang guru mengatur irama pembelajaran menjadi santai kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya. Karena ketika melakukan proses belajar secara serius terus para siswa akan mengantuk atau bosan mengikuti pelajaran. Makanya sebagai seorang guru kita juga perlu melakukan pembelajaran diselingi dengan homor sebagai penyegaran bagi siswa. Ada kalanya kita mengajak siswa untuk serius dalam memperhatikan dan mengikuti pelajaran, namun tidak ada salahnya juga bila kita mengajak siswa untuk tertawa dengan humor-humor segar. Hal-hal yang bersifat humor  bisa diberikan kepada siswa berupa cerita, ekspresi wajah, dan hal-hal yang bersikap humor  lainnya yang bersifat mencairkan suasananya.

6.      Jangan Biarkan Ada Waktu Tersisa Yang Kosong

            Ada kalanya ketika seorang guru selesai mengajarkan semua materi pelajaran masih ada tersisa waktu beberapa menit, dan seorang guru harus memanfaatkan waktu tersebut biarpun materi telah selesai jangan biarkan waktu tersebut kosong secara cuma-cuma. Dengan siswa waktu yang ada sebagai seorang guru ia yang baik, dengan sisa waktu yang ada mungkin ia bisa manfaatkan untuk kuis misalnya, dan memberikan hadiah (reward) kepada muridnya jika ia benar menjawabnya, atau aktivitas lainnya seperti menonton video atau film-film pendek yang sarat akan pendidikan dan yang pastinya berhubungan dengan pelajaran dengan itu maka tak ada waktu yang terbuang sia-sia dan murid pun tidak menganggur disisa waktu yang kosong tadi.


7.      Bersemangat Sejak Awal Pembelajaran

                                                                          

            Sejak awal pembelajaran kita perlu menunjukkan semangat yang baik. Jangan sampai kita terlihat lelah, mengantuk, sedih, dan keadaan hati yang tidak baik lainnya. Perasaan negatif bisa membuat siswa kehilangan semangat. Sebagai pendidik, kita perlu belajar mengelola emosi. Keterampilan pendidik dalam mengelola emosi bisa membuat siswa merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam belajar.  Kalau ada murid yang terlambat, berhenti sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang terlambat. Ajak untuk mengikuti pelajaran dengan baik dan beri pemahaman yang lebih, atau bisa dibimbing secara pribadi oleh guru tersebut sesudah pelajaran. Sebagai pendidik kita juga harus pandai mengatur emosi, ketika kita memiliki masalah dirumah maka jangan kita bawa msalah tersebut kesekolah, karena sekolah tetaplah sekolah dan rumah tetaplah rumah tidak ada hubungannya ketika membawa masalah di rumah ke sekolah, dan hal tersebut akan membuat para murid tidak akan merasa nyaman dibuatnya.

 

8.      Posisi berdiri ketika mengajar

            Ketika mengajar, seorang guru perlu mengatur posisi berdiri. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan siswa secara keseluruhan. Jangan monoton itu ke itu saja siswa yang menjadi pusat perhatian guru karena guru perlu memperhatikan keselurahan dari siswa yang ada dikelas. Selain itu seorang guru jangan terlalu sering membelakangi siswa karena menulis di papan tulis ada baiknya seorang guru menulis dengan posisi menyamping sehingga siswa dapat terpantau apa yang ditulis oleh gurunya, dan sesekali mencoba berkeliling dan mengajak interaksi siswanya agar siswa dapat memperhatikan dengan baik gurunya ketika mengajar.

            Dari beberapa langkah diatas mungkin masih banyak lagi langkah-langkah yang lain dan bisa kita terapkan pada proses pembelajaran, sejatinya seorang guru memiliki caranya masing-masing agar proses pelajaran berjalan dengan baik dan efektif, dan setiap guru memilik model dan cara mengajar yang berbeda-beda, dan terkadang seorang siswa juga masih tidak paham walaupun seorang guru sudah melakukan cara-cara agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif tetapi begitulah menjadi seorang guru, menjadi seorang guru harus memiliki tips dan cara agar dapat menaklukkan hati para siswanya, terkadang mereka harus tegas dan terkadang mereka juga harus santai agar proses pembelajaran menjadi cair, pada dasarnya anak murid itu tidak ada yang bodoh, hanya saja tingkat pemahaman mereka, dan daya tangkap mereka yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan satu sama lainnya, maka dari itu sebagai seorang guru harus pandai-pandai memahami karakter-karakter para siswanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar