Manajemen
Kelas Secara Efektif
Bismillahirrahmanirrahim
Perkenalkan
nama saya Slamet Bayu Krisna dari kelas PAI 4B. Di sini saya akan melaporkan
hasil bacaan saya tentang “Pengelolaan Kelas untuk Pembelajaran yang Efektif”.
Sebelum itu saya juga ingin menjelaskan kenapa saya tertarik mengambil tema
tersebut, sebagai peserta didik, tentunya mereka membutuhkan suasana kelas dan
suasana hati yang nyaman agar membantu dan memudahkan mereka dalam menerima dan
memahami pelajaran, ketika suasana kelas nyaman, bersih dan tertata dengan rapi,
pastinya anak didik lebih mudah dan lebih nyaman lagi dalam proses
pembelajaran. Bayangkan saja ketika kelas kotor, sampah berserakan dimana-mana,
bangku-bangku dan meja-meja amburadul letaknya ditambah lagi suasanya dalam
kelas yang panas dan bahkan ditambah lagi dengan guru yang garang misalnya
tentunya itu merupakan tekanan batin bagi anak didik dan membuat mereka susah
untuk menerima dan memahami pelajaran. Maka dari itulah saya tertarik mengambil
tema tersebut, berikut ini adalah link untuk mengakses situs yang saya jadikan
bahan bacaan.
(https://www.scholae.co/web/read/1759/pengelolaan.kelas.untuk.pembelajaran.yang.efektif)
Pada
artikel yang saya baca tersebut dijelaskan beberapa cara untuk mengelola kelas
agar tercipta pembelajaran yang diharapkan berjalan dengan efektif. Disini saya
akan coba mengulas isi dari artikel tersebut tetapi dengan cara saya sendiri
tetapi berdasarkan isi dari artikel tersebut.
Pengelolaan kelas yang baik merupakan cara untuk
memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan sang guru
dengan pemahaman yang baik, seharusnya memang seperti itu karena kita sebagai
guru atau peserta didik harus pandai-pandai dalam mengelola ruangan kelas kita
dengan sebaik mungkin agar semua orang yang ada dalam ruangan tersebut
merasakan nyaman dan enak ketika sedang melakukan proses belajar mengajar,
dengan pengelolaan kelas yang baik pastilah akan membuat kita nyaman dan lebih
mudah dalam menerima pelajaran.
Dalam menciptakan pengelolaan kelas yang baik tentunya
peserta didik bersama wali kelas harus berkerja sama, harus memiliki kepedulian
satu dengan yang lainnya karena kelas merupakan tempat kita belajar bersama,
jika pengelolaannya baik yang akan enak juga orang yang akan mendiami kelas
tersebut, dan tentunya hal tersebut haruslah dibimbing oleh wali kelas dalam
mengatur kelas tersebut, dan tentunya kerja sama antara anak didik dan wali
kelas itu sangat penting. Tetapi jika dari wali kelas dan anak didiknya tidak
ada kepedulian satu sama yang lain, maka menciptakan pengelolaan kelas yang
baik itu mustahil akan terjadi, maka dari itu pada laporan hasil bacaan ini,
saya akan mencoba menuliskan beberapa langkah-langkah untuk mengelola kelas
secara baik untuk terciptanya pembelajaran yang efektif.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengelola kelas
secara baik:
1.
Penataan Ruang Kelas
Yang
pertama adalah penataan ruang kelas, dalam penetapan ruang kelas kita harus
melihat muatan tempat duduk siswa dalam suatu kelas, selain melihat muatan kita
juga harus melihat tempat duduk siswa tersebut haruslah memudahkannya untuk
melihat gurunya, karena ini juga merupakan hal yang penting dalam menciptakan
kefektifan dalam proses pembelajaran. Dalam satu kelas juga jumlah siswa tidak
bisa terlalu banyak karena akan menyulitkan dalam menata meja dan kursi, dan
menyebabkan siswa tidak bisa memperhatikan guru dikarenakan jumlah siswa yang
terlalu banyak.
Bayangkan
saja ketika kelas itu isinya terlalu padat dan banyak siswa, pasti siswa yang
duduk paling belakang dan pojok akan kesusahan dalam mendengarkan dan memandang
gurunya dikarenakan tertutup oleh siswa lainnya hal tersebut akan menyulitkan
siswa tersebut untuk mengikuti proses pelajaran dengan efektif. Memiliki ruang
yang cukup juga sangat perlu bagi peserta didik, agar mereka bisa dengan mudah
ketika menempatkan buku-buku mereka dan alat-alat tulis mereka, ketika mereka
membutuhkan sesuatu pun mereka bisa dengan mudah menemukannya dikarenakan ruang
yang cukup dalam meletakkan barang-barang mereka.
Agar
para peserta didik tidak bosan, mungkin sewaktu-waktu dilakukan perubahan
tempat duduk agar mereka merasakan tempat yang berbeda dan akan meminimalisir
mereka agar tidak merasa bosan karena duduk ditempat itu melulu.
2. Mengantisipasi
Kondisi Kelas
Mengkondisikan semua peserta didik dalam kondis baik fisik
maupun psikis. Maksudnya memastikan semua siswa dalam kelas tersebut benar-benar
siap mengikuti mata pelajaran, jangan memulai pelajaran sampai siswa
benar-benar siap mengikuti mata pelajaran. Ketika masuk kelas guru melihat anak
muridnya gaduh, berceceran kesana kemari guru tidak boleh menoleransi ini, dan
ada baiknya guru membuat peraturan belajar pada pertemuan perdana yang dimana
guru membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi murid dan jika tidak dilakukan
guru berhak menegur siswanya. Tujuan dibuatnya peraturan ini agar melatih siswa
menjadi orang yang disiplin dan menimbulkan rasa tanggung jawab dan segan
kepada gurunya. Contohnya seperti salam pada awal pelajaran, ketika guru masuk
siswa harus segera memberi salam kepada gurunya dan tidak ada lagi yang
berkeliaran kesana-sini jika melanggar guru akan memberi sangsi yang membuat
mereka kapok dan sarat akan pendidikan yang nantinya membuat mereka jera dan
melatih mereka untuk disiplin dan tanggung jawab.
3. Tetapkan
Aturan Tegas Namun “Bersahabat”
Nah ini merupakan hal yang sangat penting, kita garis
bawahi kata bersahabat, disini seorang guru ketika membuat aturan alangkah
baiknya berdiskusi bersama anak-anak didiknya, dan bersepakat tentang
peraturan-peraturan yang harus mereka jalani selama jam pelajaran, dan menerima
konsekuensinya jika melanggar peraturan tersebut, jadi sang guru melatih anak
didiknya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang ia buat dan ia sepakati,
jika ia melanggar ia harus berani menaggung konsekuensi hukuman yang harus dia
jalani. Sebagai seorang guru harusnya kita harus bisa bekerja sama dengan
muridnya, agar ketika membuat peraturan dan sang murid melanggarnya ia dapat
menerimanya dengan baik karena peraturan tersebut sudah merupakan kesepakatan
dari awal.
4. Pastikan
Siswa Tetap Fokus
Beberapa siswa mungkin tidak fokus
dengan materi yang kita berikan. Ada banyak sebab mengapa siswa bisa tidak
fokus pada pelajaran, bisa jadi karena ia ngantuk, bosan, capek, dan sebab
lainnya. Sebagai pendidik kita harus memiliki banyak cara agar siswa tetap
fokus memperhatikan saat pembelajaran. Beberapa cara yang bisa kita praktekkan
adalah dengan memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara menunjuk siswa
(terutama yang terlihat kurang fokus), mengajak siswa melakukan kuis, dan jika
mereka menjawab dengan benar kita
berikan mereka kejutan-kejutan menarik sebagai hadiah untuknya.
5. Serius
Tapi Santai
Mulailah proses mengajar dengan serius. Ketika sudah berhasil menggiring para siswa dalam suasana demikian, barulah seorang guru mengatur irama pembelajaran menjadi santai kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya. Karena ketika melakukan proses belajar secara serius terus para siswa akan mengantuk atau bosan mengikuti pelajaran. Makanya sebagai seorang guru kita juga perlu melakukan pembelajaran diselingi dengan homor sebagai penyegaran bagi siswa. Ada kalanya kita mengajak siswa untuk serius dalam memperhatikan dan mengikuti pelajaran, namun tidak ada salahnya juga bila kita mengajak siswa untuk tertawa dengan humor-humor segar. Hal-hal yang bersifat humor bisa diberikan kepada siswa berupa cerita, ekspresi wajah, dan hal-hal yang bersikap humor lainnya yang bersifat mencairkan suasananya.
6.
Jangan Biarkan
Ada Waktu Tersisa Yang Kosong
Ada kalanya ketika seorang guru selesai mengajarkan semua materi pelajaran masih ada tersisa waktu beberapa menit, dan seorang guru harus memanfaatkan waktu tersebut biarpun materi telah selesai jangan biarkan waktu tersebut kosong secara cuma-cuma. Dengan siswa waktu yang ada sebagai seorang guru ia yang baik, dengan sisa waktu yang ada mungkin ia bisa manfaatkan untuk kuis misalnya, dan memberikan hadiah (reward) kepada muridnya jika ia benar menjawabnya, atau aktivitas lainnya seperti menonton video atau film-film pendek yang sarat akan pendidikan dan yang pastinya berhubungan dengan pelajaran dengan itu maka tak ada waktu yang terbuang sia-sia dan murid pun tidak menganggur disisa waktu yang kosong tadi.
7. Bersemangat
Sejak Awal Pembelajaran
Sejak awal
pembelajaran kita perlu menunjukkan semangat yang baik. Jangan sampai kita
terlihat lelah, mengantuk, sedih, dan keadaan hati yang tidak baik lainnya.
Perasaan negatif bisa membuat siswa kehilangan semangat. Sebagai pendidik, kita
perlu belajar mengelola emosi. Keterampilan pendidik dalam mengelola emosi bisa
membuat siswa merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam belajar. Kalau
ada murid yang terlambat, berhenti sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang
terlambat. Ajak untuk mengikuti pelajaran dengan baik dan beri pemahaman yang
lebih, atau bisa dibimbing secara pribadi oleh guru tersebut sesudah pelajaran.
Sebagai pendidik kita juga harus pandai mengatur emosi, ketika kita memiliki
masalah dirumah maka jangan kita bawa msalah tersebut kesekolah, karena sekolah
tetaplah sekolah dan rumah tetaplah rumah tidak ada hubungannya ketika membawa
masalah di rumah ke sekolah, dan hal tersebut akan membuat para murid tidak
akan merasa nyaman dibuatnya.
8. Posisi berdiri ketika mengajar
Ketika mengajar, seorang guru perlu mengatur posisi berdiri. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan siswa secara keseluruhan. Jangan monoton itu ke itu saja siswa yang menjadi pusat perhatian guru karena guru perlu memperhatikan keselurahan dari siswa yang ada dikelas. Selain itu seorang guru jangan terlalu sering membelakangi siswa karena menulis di papan tulis ada baiknya seorang guru menulis dengan posisi menyamping sehingga siswa dapat terpantau apa yang ditulis oleh gurunya, dan sesekali mencoba berkeliling dan mengajak interaksi siswanya agar siswa dapat memperhatikan dengan baik gurunya ketika mengajar.
Dari
beberapa langkah diatas mungkin masih banyak lagi langkah-langkah yang lain dan
bisa kita terapkan pada proses pembelajaran, sejatinya seorang guru memiliki
caranya masing-masing agar proses pelajaran berjalan dengan baik dan efektif,
dan setiap guru memilik model dan cara mengajar yang berbeda-beda, dan
terkadang seorang siswa juga masih tidak paham walaupun seorang guru sudah
melakukan cara-cara agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif tetapi
begitulah menjadi seorang guru, menjadi seorang guru harus memiliki tips dan
cara agar dapat menaklukkan hati para siswanya, terkadang mereka harus tegas
dan terkadang mereka juga harus santai agar proses pembelajaran menjadi cair,
pada dasarnya anak murid itu tidak ada yang bodoh, hanya saja tingkat pemahaman
mereka, dan daya tangkap mereka yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan satu
sama lainnya, maka dari itu sebagai seorang guru harus pandai-pandai memahami
karakter-karakter para siswanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar