Senin, 14 Juni 2021

Laporan Bacaan: Karakteristik Peserta Didik (Magang 1) P11

 

Karakteristik Peserta Didik

Bismillahirrahmanirrahim

                Pada laporan bacaan pada kali ini, saya tertarik untuk membaca dan membahas tentang karakteristik pada peserta didik, karena sebagai calon seorang guru tentunya kita sebagai guru harus mengetahui apa sih itu karakteristik peserta didik, apa saja karakteristiknya, dan guru harus mengetahui itu semua agar kita bisa memahami sang murid tersebut dengan karakteristik-karakteristik peserta didik yang ada.

            Baiklah langsung saja kita bahas lebih lanjut apa itu karakteristik peserta didik, pertama-tama tentunya kita harus mengetahui apa itu karakteristik, ternyata karakteristik diambil dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Nah, informasi yang terkait dengan karakteristik peserta didik ini sangatlah diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan pembelajaran, karena jika seorang guru teliti dan memperhatikan karakteristik peserta didik dalam perancangan pembelajaran maka akan berdampak sekali dalam proses pembelajaran nantinya, karakteristik peserta didik ini merupakan salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan dalam proses belajar.

            Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik peserta didik yang dimaksudkan adalah untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebuah sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal dalam proses belajar guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran dikelas. Setelah membahas pengertian dari karakteristik peserta didik, maka ada baiknya kita membahas berbagai macam ragam dari karakteristik peserta didik itu sendiri, karena suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik. Mari kita bahas satu persatu agar kita dapat memahami lebih dalam karakteristik-karakterikstik peserta didik tersebut.

1). Etnik

            Didalam suatu kelas tak jarang terkadang kita temukan sebagaian teman-teman kita yang berbeda-beda dalam masalah etnik, ada yang berasal dari etnik Melayu, Dayak, Madura, China, Jawa maupun etnik lainnya, tentunya karena Indonesia merupakan  negara yang memiliki wilayah yang luas dan keberagaman suku, bahasa dan etnik, terlebih lagi dijaman yang semakin modern sekarang, yang dimana sekolah tidak ada batas antara daerah dan suku, dan tidak ada kesulitan sama sekali untuk menuntut ilmu didaerah lain, sehingga muncullah dalam suatu kelas atau sekolah yang dimana isinya memliki keberagaman dalam bahasa, agama dan etnik. Sebagai seorang guru tentunya hal ini haruslah diperhatikan betul-betul, karena beda antara seorang guru yang mengajar dalam kelas yang isinya satu etnik saja dengan kelas yang isinya berbagai macam etnik terutama dalam masalah bahasa, karena sebagai seorang guru harus menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan dipahami oleh para peserta didiknya.

2). Kultural

            Nah jika tadi kita membahas tentang etnik maka kultural ini tidak jauh berbeda dengan etnik, kultural ini adalah kebudayaan, dan seperti yang sudah kita ketahui Indonesia ini merupakan negara yang kaya akan budaya, bahasa, dan agama disinilah yang memungkinkan didalam kelas terdapat berbagai siswa dari berbagai macam kultur masyarakat, sehingga kelas yang pendidik hadapi adalah kelas yang multikultural, maka sebagai seorang pendidik didalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolah atau kelasnya, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.

3). Status Sosial

            Didalam status sosial Allah menciptakan kita dalam berbagai macam status sosial, ada yang diberikan rezeki berupa pekerjaan, kesehatan, kekayaan kedudukan dan pengahasilan yang berbeda-beda pula. Kondisi seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosialekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

            Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda-bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.

4). Minat

            Minat merupakan rasa lebih condong atau rasa ketertarikan terhadap sesuatu hal atau aktivitas tertentu. Minat seseorang peserta didik khususnya dalam minat belajar memegang peran yang sangat penting karena dengan adanya minat belajar tentunya akan memudahkan para pendidik untuk untuk terus menumbuh kembangkan minat peserta didik tersebut sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik tersebut. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk mengetahui apakah peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi atau tidak sebenarnya dapat dilihat dari indikator minat itu sendiri. Indikator minat meliputi: perasaan senang, ketertarikan peserta didik, perhatian dalam belajar, keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, manfaat dan fungsi mata pelajaran. Maka dengan memperatikan indikator-indikator tadi seorang pendidik nantinya akan mengetahui minat belajar yang ada pada diri  individu para peserta didik.

5). Perkembangan Kognitif

            Dengan mengetahui perkembangan kognitif sianak didik maka akan mempengaruhi seorang guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media dan jenis evaluasi apa yang sesuai dan dapat dimengerti oleh peserta didik dengan memperhatikan perkembangan kognitif para peserta didik.

6). Kemampuan atau Pengetahuan Awal       

            Kemampuan atau pengetahuan awal ini dapat diartikan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru. Pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari. Oleh karena itu seorang pendidik harus mengetahui kemampuan awal peserta didiknya. Jika kemampuan awal peserta didik telah diketahui oleh pendidik, maka pendidik tersebut akan dapat menetapkan dari mana pembelajarannya akan dimulai. Kemampuan awal peserta didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual. Nah untuk mengetauinya dapat dilakukan dengan melakukan teknik tes, dari tes tersebut lah seorang pendidik dapat mengetahui kemampuan dan pengetahuan awal para peserta didiknya, sehingga pendidik pun dapat dengan mudah untuk menetapkan dari mana pembelajarannya akan dimulai.

7). Gaya Belajar

            Gaya belajar merupakan variasi dari peserta didik dalam memahami, menyerap, dan mengolah informasi dalam pembelajaran. Gaya belajar peserta didik memiliki model yang berbeda-beda, karena biasanya antara peserta didik memiliki gaya belajar mereka masing-masing, dan gaya belajar ini dapat di kelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditori dan kinestetik.

a.       Gaya Belajar Visual

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui penglihatan.

b.      Gaya Belajar Auditori

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui pendengaran.

c.       Gaya Belajar Kinestetik

      Peserta didik dengan gaya belajar model ini biasanya akan lebih mudah mengerti materi yang diajarkan dengan cara melalui praktek langsung seperti bergerak, menyentuh/meraba dan melakukan.

            Dengan demikian seorang pendidik disini haruslah melakukan gaya pembelajaran yang bervariasi agar para peserta didik tidak bosan dan juga agar kita bisa menerapkan semua gaya belajar untuk memudahkan para peserta didik untuk memahami materi dalam proses pembelajaran.

8). Motivasi

            Motivasi para peserta didik dalam belajar itu kadang tinggi, sedang, atau bahkan rendah. Motivasi belajar yang tinggi dari peserta didik akan tampak dari ketekunannya dalam belajar yang tidak mudah patah untuk mencapai keberhasilan meskipun banyak rintangan yang dihadapinya. Motivasi yang tinggi dari peserta didik dapat menggiatkan aktivitas belajarnya. Seseorang memiliki motivasi tinggi atau tidak dalam belajarnya dapat terlihat dari tiga hal: 1) kualitas keterlibatannya, 2) perasaan dan keterlibatan afektif peserta didik, 3) upaya peserta didik untuk senantiasa memelihara/menjaga motivasi yang dimiliki. Sebagai pendidik tentulah harus memahami motivasi belajar peserta didiknya dan juga harus selalu menjadi motivator bagi para peserta didiknya.

9). Perkembangan Emosi

            Emosi sangat berperan dalam membantu mempercepat atau justru memperlambat proses pembelajaran. Emosi juga berperan dalam membantu proses pembelajaran tersebut menyenangkan atau bermakna dengan memahami perkembangan emosi para peserta didik diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan belajar.

10). Perkembangan Sosial

            Perkembangan sosial peserta didik merupakan kemampuan peserta didik untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma dan tradisi yang berlaku pada kelompok atau masyarakat, kemampuan untuk saling berkomunikasi dan kerja sama. Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui/dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi masyarakat di lingkungannya.

11). Perkembangan Moral dan Spiritual

            Pendidik disamping perlu memahami perkembangan moral peserta didiknya juga perlu dan penting memahami perkembangan spiritualnya, dengan memahaminya maka akan memudahkan pendidik dalam membimbing dan mengajari meraka.

12). Perkembangan Motorik

            Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil, kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik. Dengan dikenali dan dipahaminya perkembangan motorik anak, pendidik dan sekolah dapat menggunakan strategi pembelajaran, metode yang tepat, dan dapat menyediakan, memanfaatkan alat, media, dan sumber belajar yang memadai.

Jumat, 21 Mei 2021

Laporan Bacaan: Media Pembelajaran (Magang 1) P10

Media Pembelajaran

Bismillahirrahmanirrahim

                Setelah kemarin saya membahas tentang manajemen kelas dan strategi kelas, kali ini saya akan membahas tentang media pembelajaran. Sebelum membahas lebih jauh apa itu media pembelajaran tentunya kita perlu mengetahui apa itu media pembelajaran, apa sih fungsinya, apa kegunaannya, apa manfaatnya kita mempelajarinya, dan apa saja media pembelajaran itu sendiri semuanya akan saya bahas pada laporan bacaan saya ini berdasarkan dengan sumber-sumber yang telah saya baca untuk membuat laporan ini. Berikut adalah link sumber yang saya gunakan dalam membuat laporan ini http://repository.radenintan.ac.id/3618/4/14%20BAB%20II%20reza.pdf.


                Baiklah kita masuk pada pengertian media, kata media berasal dari bahasa latin yakni medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ’perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada sang penerima pesan. Jadi dapat disimpulkan bahwa media merupakan pengantar pesan dari sang pengirim pesan kepada si penerima pesan, dengan demikian media merupakan perantara yang menyalurkan informasi belajar atau penyaluran informasi lainnya. Menurut saya media pelajaran merupakan perantara dalam penyampaian materi pelajaran kepada para siswa yang dilakukan oleh pendidik, dengan media pembelajaran diharapkan akan mempermudah para siswa untuk lebih efektif dalam memahami pelajaran, karena dengan media yang menarik dan dengan metode yang baik pasti proses pembelajaran didalam kelas akan berjalan dengan lebih baik, dan seorang pendidik juga harus pandai dalam memilih media pembelajaran yang cocok dengan para anak didiknya, dan tentunya media pembelajaran yang bagus itu tidak perlu menggunakan biaya yang terlalu mahal, akan tetapi media pembelajaran yang baik itu adalah media pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan kondisi dan keadaan anak didik, dan tentunya diperlukan juga kreativitas para pendidik untuk memikirkan media apa yang paling cocok untuk anak didiknya yang kalau bisa tidak menggunakan biaya terlalu besar.

                Media pembelajaran dalam proses pembelajaran memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pendidik dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah kepada kegiatan pembelajaran. Selain itu media pelajaran juga berfungsi untuk membangkitkan keinginan dan minat yang baru pada para siswa, membangkitkan motivasi dan juga rangsangan belajar bagi para siswa, jadi dengan menggunakan media pembelajaran makan diharapkan akan membawa pengaruh-pengaruh baik kepada para peserta didik.

                Kegunaan media pelajaran ini sangat banyak sekali, terutama dalam proses pembelajaran baik bagi guru maupun bagi para siswa, karena dengan media pembelajaran ini akan menciptakan sebuah variasi dalam proses pembelajaran dan tidak monoton pada cara yang itu-itu saja, karena dapat membuat para siswa menjadi bosan dan malah cenderung tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran dikelas, sedangkan untuk siswa media pembelajaran ini tentunya akan mempermudah mereka untuk meresapi dan memahami apa materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, apalagi ditambah dengan media pelajaran yang menarik tentu saja para siswa akan lebih semangat dalam belajar, dan akan meningkatkan keaktifan para siswa dikelas dan mempermudahkan mereka juga untuk memahami apa yang disampaikan oleh para gurunya dengan media yang digunakan. Levie dan Lentz mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:

a.  aFungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik       untuk berkonsentrasi pada pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan atau menyertai      teks materi pelajaran.

b.  b. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari kenikmatan peserta didik ketika belajar (atau membaca)    teks yang bergambar.

c.  c.   Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa           lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat atau       pesan yang terkandung dalam gambar.

d. d.  Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang           memberikan konteks untuk memahami teks membantu peserta didik yang lemah dalam membaca          untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali

                Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari media pembelajaran itu adalah untuk membantu dan memudahkan proses belajar bagi peserta didik dan pendidik, memberikan pengalaman lebih nyata dengan media-media pelajaran yang ada, menarik perhatian serta minat belajar peserta didik, dan juga dapat membangkitkan menyamakan antara teori dengan realitanya.

                Secara umum media pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pesan yang berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat disalurkan dengan media pembelajaran, serta dapat merangsang perhatian dan kemauan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebuah media yang digunakan untuk menyampaikan suatu materi akan sangat dibutuhkan ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Pendidik juga akan lebih mudah ketika menyampaikan materi jika seorang pendidik menyampaikan menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, manfaat dari mempelajari media pembelajaran  itu sangatlah banyak karena dengan mempelajari media pembelajaran maka proses pembelajaran akan lebih menarik perhatian para peserta didik sehingga akan menumbuhkan motivasi belajar pada diri peserta didik, dengan menggunakan media pembelajaran juga dapat memperjelas isi dan makana dari bahan pelajaran, sehingga menjadi lebih mudah untuk dipahami oleh peserta didik dan sangat memungkinkan juga peserta didik akan menguasai materi pelajaran tersebut sehingga tercapailah tujuan dari pembelajaran itu sendiri, kemudian dengan media pelajaran tentunya metode atau cara dalam mengajar akan lebih bervariasi, tidak dengan cara yang monoton hanya itu-itu saja seperti hanya menggunakan metode ceramah saja, karena pada umumnya jika menggunakan metode yang monoton para peserta didik akan mudah bosan dan malah tidak fokus dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga pendidik juga tidak kehabisan tenaga terlebih lagi jika pendidik tersebut mengajar pada setiap pelajaran, kemudian para peserta didik juga dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar selain mendengarkan uraian dari pendidik, seperti mengamati, mempraktekkan, melakukan dan lain-lain. Nah pada intinya manfaat dari media pelajaran ini adalah untuk mempermudah para pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga terciptalah proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

                Media pembelajaran ini terbagi menjadi beberapa macam, seperti dalam bentuk media cetak, media audio, media audiovisual, E-learning, dan media realita.

1.       Media Cetak (Print Out)

        Media pembelajaran dalam bentuk cetak adalah media yang berasal dari teks, gambar serta ilustrasi pendukung lainnya yang digunakan sebagai penyampai informasi belajar. Contohnya seperti koran, majalah, buku, modul, foto, poster, peta, mading dan lain-lain. Nah biasanya media cetak ini yang paling sering digunakan hampir disetiap jenjang pendidikan.

2.       Media Audio

        Media audio adalah media berbasis suara, dan bunyi-bunyian. Contoh media audio diantaranya radio, cd, dvd player, mp3, dan lain-lain. Biasanya media ini digunakan dalam pelajaran Bahasa Inggris ketika test listening, kemudian pada mata pelajaran seni budaya, dan tidak menutup kemungkinan dalam setiap mata pelajaran.

3.       Media Audio Visual

        Media audio visual adalah media yang bisa menayangkan sekaligus antara gambar dan audio dalam waktu yang bersamaan, media ini juga dapat didengar sekaligus dilihat, media ini merupakan media yang paling banyak digunakan saat ini, tetapi media ini memiliki kendala yakni harga media pembelajaran yang cenderung mahal, tetapi dengan harga yang mahal tersebut sebanding dengan kegunaan dari media itu sendiri, dan menggunakan media ini juga harus didukung dengan akses-akses yang lain untuk bisa digunakannya media ini.

4.       E-learning

        E-learning adalah media pembelajaran berbasis elektronik yang memanfaatkan komputer/laptop yang terhubung dengan jaringan komputer ataupun jaringan internet. Media pembelajaran ini adalah media modern yang sudah banyak diterapkan. Elektronik learning atau e learning mencakup pembelajaran berbasis website, mobile (m-learning) dan juga blended learning. Nah media ini yang banyak digunakan pada saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, media pembelajaran jenis ini pun memiliki harga yang sangat mahal, dan terkadang tidak semua orang bisa menggunakan media pembelajaran ini, terlebih lagi yang berada didaerah-daerah yang teknologi belum menjamah tempat tersebut, bahkan terkadang jangankan untuk itu listrik saja terkadang belum masuk kedalam daerah tersebut, dan ketika tidak ada listrik, dan jaringan internet maka media pembelajaran yang satu tidak dapat digunakan disana.

5.       Media Realita

        Media pembelajaran realita adalah alat atau benda yang terdapat dalam kehidupan nyata. Umumnya benda ini adalah benda alam yang dapat ditemukan disekitar tempat belajar atau dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tumbuhan, bebatuan, pepohonan dan lain-lain, media pembelajaran jenis ini adalah media yang mudah ditemukan disekeliling kita, dan menggunakan media pembelajaran jenis ini  biayanya cenderung murah dan bahkan gratis, karena media jenis ini dapat kita temukan disekliling kita tanpa harus mengeluarkan biaya apa-apa.

        Dari macam-macam jenis media yang telah dijelaskan diatas sudah selayaknya sebagai seorang pendidik seharusnya kita harus mempelajari ini, karena dengan mempelajari ini kita akan mengetahui pembelajaran model apa yang cocok untuk para anak didik kita, yang sesuai dengan keadaan, kebutuhan, dan kegunaannya. Dengan mempelajari media pembelajaran ini juga kita bisa menjadi pendidik yang selalu berinovasi terus dalam proses pembelajaran agar para anak didik kita tidak merasa bosan dengan cara mengajar yang monoton hanya itu-itu saja, karena terkadang seorang siswa itu perlu cara belajar yang baru agar mereka tidak bosan, dan dengan media pembelajaran tersebut juga dapat membantu para pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang lebih aktif, membantu pendidik dalam menyampaikan materi yang ingin disampaikan kepada para peserta didik, dan juga memudahkan para peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan oleh pendidik, oleh karena itu sebagai seorang guru sudah seselayaknya mempelajari media pembelajaran ini, dan yang perlu diketahui juga menggunakan media dalam pembelajaran tidak harus menggunakan media yang harganya mahal, karena terkadang media yang mahal akan memberatkan para siswa, karena tidak semua siswa mampu dalam membeli media yang harganya mahal, karena media pelajaran seharusnya bisa diakses oleh seluruh orang pendidik maupun peserta didik jangan hanya pendidik saja yang bisa mengakses media tersebut namun peserta didiknya tidak bisa, karena dalam proses pembelajaran interaksi terjadi antara pendidik dan peserta didik nah sudah seharusnya media pembelajaran itu bisa diakses oleh seluruh orang. Media pembelajaran disekeliling kita juga banyak yang bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dan biayanya pun cenderung murah, sebagai seorang guru sudah  seharusnya dapat memilih media pelajaran yang tepat bagi para peserta didiknya, sebagai seorang guru sudah  seharusnya dapat memilih media pelajaran yang tepat bagi para peserta didiknya terlebih lagi ketika seorang guru tersebut mengajar dilingkungan yang nampak sederhana, disitulah guru harus pandai dan kreatif dalam memanfaatkan media yang ada disekitar mereka dan dengan ditambah dengan strategi yang menarik untuk merangsang daya tarik belajar mereka dan juga untuk memudahkan mereka dalam memahami materi yang guru ajarkan dengan media yg ada disekitar kita. 

Senin, 19 April 2021

Laporan Bacaan: Strategi Pembelajaran (Magang 1) P2

Strategi Pembelajaran 

Bismillahirrahmanirrahim

            Setelah kemarin saya membahas tentang manajemen kelas, nah sakarang saya akan melanjutkan laporan bacaan saya tentang stretegi pembelajaran yang kebetulan bahan bacaan saya ini ada kaitannya dengan materi yang kelompok kami bahas di mata kuliah Pendekatan Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diampu oleh dosen yang bernama Bapak Drs. H. Fahrul Rai, M.Pd yang kebetulan baru minggu kemarin kami bahas, oleh karena itu saya tertarik untuk membahasnya untuk menjadi laporan bacaan saya minggu ini.

            Proses pembelajaran merupakan proses yang didalamnya terjadi kegiatan mengajar yang dimana terjadi proses interaksi timbal balik antara guru dan murid dalam situasi guru memberikan edukasi kepada para murid-muridnya, tetapi terkadang dalam proses pembelajaran proses timbal balik itu terkadang tidak terjadi berjalan dengan lancar karena seorang siswa yang cenderung bosan dan bahkan malah malas untuk mengikuti mata pelajaran, semua itu biasanya terjadi dikarenakan seorang guru terlalu monoton ketika memberi materi terkadang ia mengajar hanya fokus membaca buku terus dan muridnya mendengar dan tidak ada cara atau inisiatifnya untuk berinovasi untuk mencari strategi pembelajaran yang baru agar ia dapat mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan tentunya tidak membuat murid bosan dengan cara mengajar yang itu-itu saja.

            Oleh karena itu, saya rasa mempelajari strategi-strategi dalam belajar itu sangat penting, karena sebagai seorang guru kita harus pandai-pandai dalam membuat sana baru pada siswa agar ada rasa tertarik dan membuat mereka mau tidak mau harus mengikuti proses pembelajaran, karena ketika seorang guru hanya menggunakan strategi mengajar dengan mendengar saja maka seorang murid pasti akan merasa bosan, ngantuk dan cenderung malas untuk mengikuti mata pelajaran dan jikalaupun masuk ia pasti tidak mau berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan cenderung sibuk main sendiri. Karena pengalaman saya ketika menjadi seorang murid saya sangat malas belajar ketika ada seorang guru yang mengajar dengan cara itu-itu saja terlebih lagi seorang guru yang hanya membaca buku terus dan muridnya dibiarkan untuk menyimak, hal itu merupakan hal yang sangat membosankan dan mata pun mulai mengantuk dibuatnya dan untuk menyimak dan mengikuti pembelajaran dengan serius itu pun sangat susah apalagi untuk memahaminya. Maka dari itu disini saya membahas tentang strategi pembelajaran, tentang apa sih itu strategi pembelajaran, seberapa penting sih seorang guru harus pandai memilih strategi pembelajaran, dan saya akan memberikan contoh satu strategi yang bagi saya itu dapat menarik minat belajar siswa.

            Baik langsung saja, yang pertama saya akan menjelaskan apa itu strategi pembelajaran, strategi pembelajaran adalah suatu rencana, metode dan perangkat aktivitas yang terencana untuk meraih tujuan pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran yaitu suatu rencana rangkaian kegiatan yang pada pemakaian metode dan penggunaan akan semua sumber daya atau kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk meraih tujuan tertentu, dan dari beberapa pengertian yang saya baca pada intinya strategi pembelajaran ini merupakan sebuah rencana atau metode yang bertujuan untuk memudahkan dan mengefektifkan proses pembelajaran.

            Strategi pembelajaran merupakan hal yang sangat penting yang harus dipelajari dan dipilih oleh seorang guru, karena menjadi seorang guru kita harus pandai berinovasi dalam mengajar, karena dengan cara yang monoton terkadang membuat para audiens kita yakni para murid cepat bosan ketika belajar, dan mengantuk ketika belajar, oleh karena itu sebagai seorang guru ia harus memilih strategi yang tepat yang membuat seluruh siswa harus aktif dalam proses belajar agar seorang guru mendapat partisipasi seluruhnya dari warga kelas tersebut, dan kalau bisa proses pembalajaran itu bisa diiringi dengan sedikit candaan untuk membuat siswa tidak tegang dan jangan berlebihan, karena berlebihan dalam bercanda juga akan membuat para siswa malah tidak serius dan cenderung main-main ketika proses pembelajaran, maka dari itu seorang guru harus pandai-pandai mengaturnya.

            Nah, disini saya akan membahas strategi pembelajaran yang bernama Everyone Is a Teacher Here, nama strategi ini diambil dari bahasa Inggris yang berarti setiap orang adalah guru. Dalam strategi ini dibahas tentang strategi yang sangat unik dan bagi saya hal ini bisa membuat wajah pembelajaran lebih menarik dan lebih asik lagi karena pada strategi ini ada nuansa baru yang dimana setiap siswa di ajarkan untuk belajar mengemukakan pendapatnya masing-masing, berani dalam menjawab pertanyaan dan membantah pernyataan dari kelompok lain jika salah, dan pada strategi ini juga memberi kesempatan pada siswa-siswa untuk bertindak sebagai pengajar terhadap peserta didik lain, karena dalam proses belajar tidak harus berasal dari seorang guru, siswa juga bisa saling mengajar dengan siswa yang lainnya dan hal ini akan membentuk mental siswa seseorang yang berani, bertanggung jawab, dan belajar berpikir kritis.

            Strategi Everyone is a theacher here adalah suatu strategi yang memberi kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai “pengajar” terhadap peserta didik lain, dalam proses belajar tidak harus berasal dari guru, siswa bisa saling mengajar dengan siswa yang lainnya. Strategi ini merupakan strategi yang mudah guna memperoleh partisipasi kelas dan tanggung jawab individu. Dengan strategi belajar yang sedemikian rupa, pastinya ini wajah baru dalam melakukan proses pembelajaran karena yang biasanya seorang siswa hanya menjadi seorang pendengar dan menyimak, nah dalam strategi ini seorang siswa dilatih dan mencoba menjadi seorang guru bagi teman-temannya tentunya ini strategi yang sangat menarik dalam proses pembelajaran.

            Dalam proses pembelajaran di kelas, metode ini merupakan strategi yang mudah bagi guru untuk memperoleh partisipasi kelas dan dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa. Metode ini disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya mencapaian tujuan yaitu meliputi aspek kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganal masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain, memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan memberikan bantuan secara bertahap sehingga siswa dapat membuat pertanyaan. Metode ini memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk berperan sebagi guru bagi kawan-kawannya sehingga terbentuk aktivitas belajar yang partisipatif dan aktif.

            Dengan menerapkan strategi ini saya rasa merupakan cara yang efektif untuk membuat siswa yang selama ini tidak mau terlibat dalam proses pembelajaran menjadi mau tidak mau harus terlibat dalam proses pembelajaran, karena dalam strategi ini setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti karena setiap siswa diwajibkan membuat pertanyaan dalam sebuah kertas yang kemudian nanti akan dibaca orang satu orang  relawan didepan kelas dan dengan strategi ini juga seseorang siswa harus benar-benar menguasai materi agar seorang siswa mampu mengajarkannya kepada siswa yang lainnya sebagai layaknya seorang guru bagi siswa yang lain.

            Pada strategi ini seorang guru tinggal memberikan judul tema yang akan dibahas menggunakan media-media yang menarik, kemudian perintahkan kepada para murid untuk memahaminya kemudian membuat pertanyaan diselembar kertas, lalu pilih satu orang sukarelawan untuk membacakan pertanyaan-pertanyaan tersebut didepan kelas, nah setelah itu biarkan setiap kelompok untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan ketika ada yang salah biarkan mereka berdiskusi saling bertukar jawaban pada diskusi tersebut. Saya rasa dengan strategi seperti itu kegiatan belajar mengajar pasti akan lebih aktif dan seru pastinya karena akan ada diskusi tukar jawaban dan saling menambah dan menyangkal. Tugas guru disini mengawasi dan mengarahkan para siswanya agar tidak keluar dari konteks materi pembelajaran dan mengevaluasi proses pembelajaran tersebut pada akhir pembelajaran, bukankan belajar menggunakan proses ini merupakan hal yang menarik?

            Tetapi ada satu hal lagi yang juga menunjang lancarnya proses pembelajaran, yakni media pembeljaran, media pembelajaran ini juga erat kaitannya dengan strategi ini karena pada awal pembelajaran seorang guru akan memberikan sedikit penjelasan menggunakan media yang menarik, dan media yang menarik juga menunjang semangat siswa dan tidak membuat siswa bosan, nah apa sih itu media, dan seperti apa sih media pembelajaran yang menarik itu?

            Media pembelajaran merupakan sarana untuk menyajikan bahan ajar agar menunjang proses pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif dan efisien. Media pembelajaran terbagi menjadi beberapa jenis seperti media cetak, media audio, media audio visual dan yang lain-lain. Media cetak merupakan sarana belajar yang berupa kertas yang dicetak sedemikian rupa menjadi media pembelajaran seperti koran, majalah, kliping, novel. Media audio merupakan sarana belajar yang berbentuk suara-suara saja seperti melalui radio, dan media audio visual merupakan sarana belajar yang berbentuk video yang memiliki suara dan gambar nah contohnya seperti video, film, dan lain-lain.

            Media pembelajaran ini sangat erat kaitannya dengan strategi pembelajaran, karena strategi pembelajaran yang bagus tentunya memiliki media pembelajaran yang bagus juga, tetapi media pembelajaran ini tidak juga harus mengeluarkan biaya yang mahal, karena disekeliling kita banyak terdapat media-media pembelajaran yang gratis dan murah harganya intinya apa saja bisa digunakan sebagai media pembelajaran selagi masih ada sangkut pautnya dengan materi yang kita ajarkan, dan tujuan asal dari media pembelajaran adalah untuk memudahkan kita untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru, maka dari itu bisa memakai media yang sederhana dan tidak perlu yang mahal asalkan tetap pada tujuan awal media pembelajaran yakni mempermudah dalam penyampaian materi pembelajaran.

            Media pembelajaran yang menarik itu tentunya sarana yang dapat membuat para siswa tertarik dan membuat siswa semakin termotivasi untuk belajar, karena tujuan utama media pembelajaran ini adalah untuk memudahkan dan untuk membuat siswa lebih tertarik lagi dalam melakukan proses belajar. Memang menjadi seorang guru bukan lah hal yang mudah banyak sekali hal yang dituntut dari seorang guru, selain mengajar seorang guru juga harus pandai untuk berinovasi dalam memberikan materi pengajaran, media pembelajaran dan strategi pembelajaran.

            Oleh karena itu, sebenarnya memang benar kalau semua orang itu adalah guru, karena sesungguhnya jika orang memiliki tekad, tidak malas dan dengan penyampaian guru yang baik, media yang baik dan strategi yang baik InsyaAllah akan terwujud bahwa semua orang adalah guru. Demikianlah laporan bacaan saya pada pertemuan ini.


Senin, 12 April 2021

Laporan Bacaan: Manajemen Kelas (Magang 1) P1

Manajemen Kelas Secara Efektif

Bismillahirrahmanirrahim

                Perkenalkan nama saya Slamet Bayu Krisna dari kelas PAI 4B. Di sini saya akan melaporkan hasil bacaan saya tentang “Pengelolaan Kelas untuk Pembelajaran yang Efektif”. Sebelum itu saya juga ingin menjelaskan kenapa saya tertarik mengambil tema tersebut, sebagai peserta didik, tentunya mereka membutuhkan suasana kelas dan suasana hati yang nyaman agar membantu dan memudahkan mereka dalam menerima dan memahami pelajaran, ketika suasana kelas nyaman, bersih dan tertata dengan rapi, pastinya anak didik lebih mudah dan lebih nyaman lagi dalam proses pembelajaran. Bayangkan saja ketika kelas kotor, sampah berserakan dimana-mana, bangku-bangku dan meja-meja amburadul letaknya ditambah lagi suasanya dalam kelas yang panas dan bahkan ditambah lagi dengan guru yang garang misalnya tentunya itu merupakan tekanan batin bagi anak didik dan membuat mereka susah untuk menerima dan memahami pelajaran. Maka dari itulah saya tertarik mengambil tema tersebut, berikut ini adalah link untuk mengakses situs yang saya jadikan bahan bacaan.

(https://www.scholae.co/web/read/1759/pengelolaan.kelas.untuk.pembelajaran.yang.efektif)


                Pada artikel yang saya baca tersebut dijelaskan beberapa cara untuk mengelola kelas agar tercipta pembelajaran yang diharapkan berjalan dengan efektif. Disini saya akan coba mengulas isi dari artikel tersebut tetapi dengan cara saya sendiri tetapi berdasarkan isi dari artikel tersebut.

            Pengelolaan kelas yang baik merupakan cara untuk memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan sang guru dengan pemahaman yang baik, seharusnya memang seperti itu karena kita sebagai guru atau peserta didik harus pandai-pandai dalam mengelola ruangan kelas kita dengan sebaik mungkin agar semua orang yang ada dalam ruangan tersebut merasakan nyaman dan enak ketika sedang melakukan proses belajar mengajar, dengan pengelolaan kelas yang baik pastilah akan membuat kita nyaman dan lebih mudah dalam menerima pelajaran.

            Dalam menciptakan pengelolaan kelas yang baik tentunya peserta didik bersama wali kelas harus berkerja sama, harus memiliki kepedulian satu dengan yang lainnya karena kelas merupakan tempat kita belajar bersama, jika pengelolaannya baik yang akan enak juga orang yang akan mendiami kelas tersebut, dan tentunya hal tersebut haruslah dibimbing oleh wali kelas dalam mengatur kelas tersebut, dan tentunya kerja sama antara anak didik dan wali kelas itu sangat penting. Tetapi jika dari wali kelas dan anak didiknya tidak ada kepedulian satu sama yang lain, maka menciptakan pengelolaan kelas yang baik itu mustahil akan terjadi, maka dari itu pada laporan hasil bacaan ini, saya akan mencoba menuliskan beberapa langkah-langkah untuk mengelola kelas secara baik untuk terciptanya pembelajaran yang efektif.

            Berikut adalah langkah-langkah untuk mengelola kelas secara baik:

1.      Penataan Ruang Kelas

            Yang pertama adalah penataan ruang kelas, dalam penetapan ruang kelas kita harus melihat muatan tempat duduk siswa dalam suatu kelas, selain melihat muatan kita juga harus melihat tempat duduk siswa tersebut haruslah memudahkannya untuk melihat gurunya, karena ini juga merupakan hal yang penting dalam menciptakan kefektifan dalam proses pembelajaran. Dalam satu kelas juga jumlah siswa tidak bisa terlalu banyak karena akan menyulitkan dalam menata meja dan kursi, dan menyebabkan siswa tidak bisa memperhatikan guru dikarenakan jumlah siswa yang terlalu banyak.

            Bayangkan saja ketika kelas itu isinya terlalu padat dan banyak siswa, pasti siswa yang duduk paling belakang dan pojok akan kesusahan dalam mendengarkan dan memandang gurunya dikarenakan tertutup oleh siswa lainnya hal tersebut akan menyulitkan siswa tersebut untuk mengikuti proses pelajaran dengan efektif. Memiliki ruang yang cukup juga sangat perlu bagi peserta didik, agar mereka bisa dengan mudah ketika menempatkan buku-buku mereka dan alat-alat tulis mereka, ketika mereka membutuhkan sesuatu pun mereka bisa dengan mudah menemukannya dikarenakan ruang yang cukup dalam meletakkan barang-barang mereka.

            Agar para peserta didik tidak bosan, mungkin sewaktu-waktu dilakukan perubahan tempat duduk agar mereka merasakan tempat yang berbeda dan akan meminimalisir mereka agar tidak merasa bosan karena duduk ditempat itu melulu.

2.      Mengantisipasi Kondisi Kelas

            Mengkondisikan semua peserta didik dalam kondis baik fisik maupun psikis. Maksudnya memastikan semua siswa dalam kelas tersebut benar-benar siap mengikuti mata pelajaran, jangan memulai pelajaran sampai siswa benar-benar siap mengikuti mata pelajaran. Ketika masuk kelas guru melihat anak muridnya gaduh, berceceran kesana kemari guru tidak boleh menoleransi ini, dan ada baiknya guru membuat peraturan belajar pada pertemuan perdana yang dimana guru membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi murid dan jika tidak dilakukan guru berhak menegur siswanya. Tujuan dibuatnya peraturan ini agar melatih siswa menjadi orang yang disiplin dan menimbulkan rasa tanggung jawab dan segan kepada gurunya. Contohnya seperti salam pada awal pelajaran, ketika guru masuk siswa harus segera memberi salam kepada gurunya dan tidak ada lagi yang berkeliaran kesana-sini jika melanggar guru akan memberi sangsi yang membuat mereka kapok dan sarat akan pendidikan yang nantinya membuat mereka jera dan melatih mereka untuk disiplin dan tanggung jawab.

3.      Tetapkan Aturan Tegas Namun “Bersahabat”

            Nah ini merupakan hal yang sangat penting, kita garis bawahi kata bersahabat, disini seorang guru ketika membuat aturan alangkah baiknya berdiskusi bersama anak-anak didiknya, dan bersepakat tentang peraturan-peraturan yang harus mereka jalani selama jam pelajaran, dan menerima konsekuensinya jika melanggar peraturan tersebut, jadi sang guru melatih anak didiknya untuk bertanggung jawab atas keputusan yang ia buat dan ia sepakati, jika ia melanggar ia harus berani menaggung konsekuensi hukuman yang harus dia jalani. Sebagai seorang guru harusnya kita harus bisa bekerja sama dengan muridnya, agar ketika membuat peraturan dan sang murid melanggarnya ia dapat menerimanya dengan baik karena peraturan tersebut sudah merupakan kesepakatan dari awal.

4.      Pastikan Siswa Tetap Fokus

            Beberapa siswa mungkin tidak fokus dengan materi yang kita berikan. Ada banyak sebab mengapa siswa bisa tidak fokus pada pelajaran, bisa jadi karena ia ngantuk, bosan, capek, dan sebab lainnya. Sebagai pendidik kita harus memiliki banyak cara agar siswa tetap fokus memperhatikan saat pembelajaran. Beberapa cara yang bisa kita praktekkan adalah dengan memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara menunjuk siswa (terutama yang terlihat kurang fokus), mengajak siswa melakukan kuis, dan jika mereka  menjawab dengan benar kita berikan mereka kejutan-kejutan menarik sebagai hadiah untuknya.

5.      Serius Tapi Santai

            Mulailah  proses mengajar dengan serius. Ketika sudah berhasil menggiring para siswa dalam suasana demikian, barulah seorang guru mengatur irama pembelajaran menjadi santai kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya. Karena ketika melakukan proses belajar secara serius terus para siswa akan mengantuk atau bosan mengikuti pelajaran. Makanya sebagai seorang guru kita juga perlu melakukan pembelajaran diselingi dengan homor sebagai penyegaran bagi siswa. Ada kalanya kita mengajak siswa untuk serius dalam memperhatikan dan mengikuti pelajaran, namun tidak ada salahnya juga bila kita mengajak siswa untuk tertawa dengan humor-humor segar. Hal-hal yang bersifat humor  bisa diberikan kepada siswa berupa cerita, ekspresi wajah, dan hal-hal yang bersikap humor  lainnya yang bersifat mencairkan suasananya.

6.      Jangan Biarkan Ada Waktu Tersisa Yang Kosong

            Ada kalanya ketika seorang guru selesai mengajarkan semua materi pelajaran masih ada tersisa waktu beberapa menit, dan seorang guru harus memanfaatkan waktu tersebut biarpun materi telah selesai jangan biarkan waktu tersebut kosong secara cuma-cuma. Dengan siswa waktu yang ada sebagai seorang guru ia yang baik, dengan sisa waktu yang ada mungkin ia bisa manfaatkan untuk kuis misalnya, dan memberikan hadiah (reward) kepada muridnya jika ia benar menjawabnya, atau aktivitas lainnya seperti menonton video atau film-film pendek yang sarat akan pendidikan dan yang pastinya berhubungan dengan pelajaran dengan itu maka tak ada waktu yang terbuang sia-sia dan murid pun tidak menganggur disisa waktu yang kosong tadi.


7.      Bersemangat Sejak Awal Pembelajaran

                                                                          

            Sejak awal pembelajaran kita perlu menunjukkan semangat yang baik. Jangan sampai kita terlihat lelah, mengantuk, sedih, dan keadaan hati yang tidak baik lainnya. Perasaan negatif bisa membuat siswa kehilangan semangat. Sebagai pendidik, kita perlu belajar mengelola emosi. Keterampilan pendidik dalam mengelola emosi bisa membuat siswa merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam belajar.  Kalau ada murid yang terlambat, berhenti sejenak mengajar. Perhatikan siswa yang terlambat. Ajak untuk mengikuti pelajaran dengan baik dan beri pemahaman yang lebih, atau bisa dibimbing secara pribadi oleh guru tersebut sesudah pelajaran. Sebagai pendidik kita juga harus pandai mengatur emosi, ketika kita memiliki masalah dirumah maka jangan kita bawa msalah tersebut kesekolah, karena sekolah tetaplah sekolah dan rumah tetaplah rumah tidak ada hubungannya ketika membawa masalah di rumah ke sekolah, dan hal tersebut akan membuat para murid tidak akan merasa nyaman dibuatnya.

 

8.      Posisi berdiri ketika mengajar

            Ketika mengajar, seorang guru perlu mengatur posisi berdiri. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan siswa secara keseluruhan. Jangan monoton itu ke itu saja siswa yang menjadi pusat perhatian guru karena guru perlu memperhatikan keselurahan dari siswa yang ada dikelas. Selain itu seorang guru jangan terlalu sering membelakangi siswa karena menulis di papan tulis ada baiknya seorang guru menulis dengan posisi menyamping sehingga siswa dapat terpantau apa yang ditulis oleh gurunya, dan sesekali mencoba berkeliling dan mengajak interaksi siswanya agar siswa dapat memperhatikan dengan baik gurunya ketika mengajar.

            Dari beberapa langkah diatas mungkin masih banyak lagi langkah-langkah yang lain dan bisa kita terapkan pada proses pembelajaran, sejatinya seorang guru memiliki caranya masing-masing agar proses pelajaran berjalan dengan baik dan efektif, dan setiap guru memilik model dan cara mengajar yang berbeda-beda, dan terkadang seorang siswa juga masih tidak paham walaupun seorang guru sudah melakukan cara-cara agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif tetapi begitulah menjadi seorang guru, menjadi seorang guru harus memiliki tips dan cara agar dapat menaklukkan hati para siswanya, terkadang mereka harus tegas dan terkadang mereka juga harus santai agar proses pembelajaran menjadi cair, pada dasarnya anak murid itu tidak ada yang bodoh, hanya saja tingkat pemahaman mereka, dan daya tangkap mereka yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan satu sama lainnya, maka dari itu sebagai seorang guru harus pandai-pandai memahami karakter-karakter para siswanya.